Monday, 17 June 2013

GELAS



Itulah yang kukerjakan. Mengumpulkan gelas


Kembali. Sambil mengenangkan bahwa bibir

Lembut telah menyentuh tepinya. Kuhapus
dengan

Pelan-pelan sebagai meraba yang halus,



Takut ia terkejut. Ah,
jari-jariku terlalu

Kasar rasanya. Pelan-pelan
kudekatkan ke

Bibirku. Aneh! Gelas itu selalu
menghilang.

Kacanya
melunak dan mengabur bersama bayang.




Bayang. Ia selalu menolakku.


SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: