HINA
Muak aku memandangmu
Menyesal kuterima kau menjadi
sahabatku
Aku tak benci dirimu
Hanya kecewa akan perubahan pribadimu
Kau orang munafik yang sembunyi di
balik bibir dan lidahmu
Otakmu telah kacau oleh kesenangan dan
tawa
Hatimu telah dicuci dengan kemewahan
Pandangan sempit membuatmu buta
Tanganmu memerah karena kekuasaan
Duri-duri hina itu terpancar diwajahmu
PUISI, puisi HINA
0 comments: