Showing posts with label Puisi Rindu. Show all posts
Showing posts with label Puisi Rindu. Show all posts

Monday, 21 October 2019

Aku Suka? ( Rindu Hujan )

Aku Suka? ( Rindu Hujan )

ini membingungkan
suara dengkuran silih berganti
tak ada suara jangkrik yang kuharapkan
hujan siang tadi...

meninggalkan kenangan
aku menengadah
memandang langit
yang menjatuhkan kesejukan
yaa...dunia ini begitu panas
butuh banyak kesejukan untuk membuatnya nyaman ditempati
dan aku tak paham jika rindu ini semakin menjadi
aku suka hujan...
karena mereka penuh melodi
aku suka hujan...
karena disitu aku bermimpi
dan aku suka hujan...
karena disitu aku menitipkan rindu dari seberang

* 01 Oktober 2013
RIFALFI HAMDI

Thursday, 21 March 2019

Senja di Stasiun Rindu

Senja di Stasiun Rindu

Sajak Puisi  Senja di Stasiun Rindu


Senja memerah pada titian kilometer
semakin jauh aku meniti tak jua kutemui kamu
sisa matahari masih bertengger di pundak stasiun
bayangmu seketika menjadi alur pilu

Kumpulan Puisi, Sajak, Puisi  Senja di Stasiun Rindu,
Kumpulan Puisi, Sajak, Puisi  Senja di Stasiun Rindu, 


Antara ada dan tiada koyak-koyak setapak rindu
berkelok lurus dan menurun seiring waktu
aku baca pada garis biru di bayang matamu
tertoreh catatan lalu
semakin jauh aku meniti
semakin kau berlari sembunyi dibalik perdu

di sepanjang rel aku meniti satu satu
pada setiap batu ku tanya tentangmu
tiada satu pun kan jawab, sepi dan membisu
hanya seekor ngengat bermain pada segurat lampu
tingkahi senja sebelum malam menyapu

senja perlahan meredup
aku ingin ceritakan padamu
tentang senja memerah, tentang rel kereta
dan seekor ngengat bermain pada segurat lampu
sembari bersandar di pundakmu
nikmati senja di stasiun rindu

Monday, 12 November 2018

Friday, 14 September 2018

Rindu dalam Tatapan Gelisah di Lorong Langit

Rindu dalam Tatapan Gelisah di Lorong Langit

Terperangkap rindu dalam tatapanmu
gelisah di lorong langit
pada purnama  meremang

kembali aku renungkan perjalanan panjang yang tak lagi lelap
buaikan mimpi-mimpi tentangmu

berbisiklah, agar kudengar kembali desahmu
singkirkan kabut sepi dan kerudung kerinduan
berbisiklah agar kudengar gelisah malam-malammu
hadirkan senyum menyimpul indah di pipi ranummu

tersihir rindu dalam senyum itu
sendiri gelisah di lorong kehidupan
tebarkan mantra gundah melayang
menuruni lembah relung kalbu 
menyusuri lorong urat nadi

jangan biarkan purnama ini pekat
melayang,  kabarkan
kisah-kisah kelam pada catatan hati

Thursday, 16 August 2018

Aku Hanya Bisa

Aku Hanya Bisa

Sajak Puisi "Aku Hanya Bisa"

Kumpulan Puisi, Sajak, Puisi, Puisi Rindu https://khalilrhymes.blogspot.com/2013/02/aku-hanya-bisa.htmlDalam getar kutulis sajak ini
kukabarkan padamu beranda ini semakin lengang
aku hanya berbisik pada angin,
angin singkap rindu yang tersembunyi
selalu saja ada debar tiap kali rangkai kata tentangmu





Dalam ringkih kutulis sajak ini
aku masih saja setia pada huruf-huruf, saat
sibak rintik pada bening merayap di matamu
ingin kukirim lewat angin,
saat purnama mengambang di sela dedaun