SEBUAH ISTANA
Tepi jalan antara sorga dan
neraka
Kumasuki sebuah istana
Tempat sejarah diperam
Menjadi darah dan gelombang
Lewat jendela sebelah kiri
Kulihat matahari menjulurkan
lidah
Seperti anjing lapar
Aku makin tak’ ngerti
Mengapa orang-orang
memukul-mukul perutnya
Jauh di batas gaib dan nyata
Kabut harimau menyembah cahaya
PUISI, SAJAK, SONETA
Kutarik napas dalam-dalam
PUISI, SAJAK,
0 comments: