Thursday, 26 September 2013

Diam

aku diam,
aku hening,
semerbak memecah sepi,
nanar dikelilingi tari,
diam...
jauh aku merajut asa,
rindu menjelma dalam bayang semu nan nyata,

diam...
aku pandangi dinding kosong dan berpuisi,
aku masih diam...
menyeduh secangkir kopi,
mengaduk bayangmu lirih dan begitu sunyi,
diaam...
aku hanya terdiam,
bayangan mu semakin nyata,
bayangan mu semakin pedih,
aku tumpuk semua rindu dan lalu...
aku diam...
aku ditampar sajak,
dan aku pun terdiam,
butir-butir mengucur dalam diam,
kalian tak tahu,
aku di iris sepi,
aku dihantui mimpi,
aku hanya bisa terdiam...
aku hanya diam...
aku merindu dan terus diam...


*RIFALFI HAMDI[Kostan,26 september 2013]

SHARE THIS

Author:

Etiam at libero iaculis, mollis justo non, blandit augue. Vestibulum sit amet sodales est, a lacinia ex. Suspendisse vel enim sagittis, volutpat sem eget, condimentum sem.

0 comments: